Loading
Loading...
Menu BINUS

Lelah Setelah Kelas Online? Kenali Fenomena Zoom Fatigue

Pembelajaran daring telah menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa, terutama dengan penggunaan platform video conference seperti Zoom, Google Meet, atau Microsoft Teams. Meskipun memudahkan proses belajar tanpa batas lokasi, mengikuti kelas online dalam waktu yang lama dapat menimbulkan rasa lelah yang dikenal sebagai Zoom fatigue. Kondisi ini merupakan kelelahan fisik, mental, dan emosional akibat terlalu lama berinteraksi melalui layar.

Zoom fatigue dapat ditandai dengan sulit berkonsentrasi, mata lelah, sakit kepala, hingga menurunnya semangat belajar. Menurut Bailenson (2021), kelelahan ini muncul karena otak harus bekerja lebih keras untuk memproses ekspresi wajah, kontak mata, serta berbagai informasi nonverbal selama pertemuan virtual. Selain itu, melihat diri sendiri di layar secara terus-menerus juga dapat meningkatkan beban kognitif dan menyebabkan stres.

Pada mahasiswa, Zoom fatigue dapat memengaruhi efektivitas pembelajaran. Rasa lelah yang berkepanjangan membuat mahasiswa lebih sulit menyerap materi, kurang aktif berdiskusi, dan kehilangan motivasi untuk mengikuti kelas berikutnya. Jika dibiarkan, kondisi ini juga dapat berdampak pada kesehatan mental serta menurunkan produktivitas dalam menyelesaikan tugas akademik.

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi Zoom fatigue. Misalnya, menerapkan aturan 20-20-20 (setiap 20 menit melihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik), melakukan peregangan ringan saat jeda kelas, mengurangi penggunaan kamera jika tidak diwajibkan, serta mengatur pencahayaan dan posisi duduk agar lebih nyaman. Istirahat yang cukup juga berperan penting dalam menjaga fokus selama pembelajaran daring.

Meskipun kelas online menawarkan banyak kemudahan, menjaga kesehatan fisik dan mental tetap menjadi prioritas. Dengan mengenali tanda-tanda Zoom fatigue dan menerapkan kebiasaan belajar yang lebih sehat, mahasiswa dapat mengikuti pembelajaran daring dengan lebih nyaman, fokus, dan produktif.

Referensi

  • Bailenson, J. N. (2021). Nonverbal overload: A theoretical argument for the causes of Zoom fatigue. Technology, Mind, and Behavior, 2(1). https://doi.org/10.1037/tmb0000030
  • Fauville, G., Luo, M., Queiroz, A. C. M., Bailenson, J. N., & Hancock, J. T. (2021). Zoom Exhaustion & Fatigue Scale. Computers in Human Behavior Reports, 4, 100119. https://doi.org/10.1016/j.chbr.2021.100119
  • Salim, J., Tandy, S., Arnindita, J. N., Wibisono, J. J., Haryanto, M. R., & Wibisono, M. G. (2022). Zoom fatigue and its risk factors in online learning during the COVID-19 pandemic. Medical Journal of Indonesia, 31(2). https://doi.org/10.13181/mji.oa.225703

Penulis : Privianda Azahra puanrani

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.