
Generasi Z merupakan generasi yang tumbuh berdampingan dengan perkembangan teknologi dan media sosial. Bagi Gen Z, media sosial bukan hanya digunakan sebagai sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga menjadi tempat untuk mengekspresikan diri, membangun relasi, serta memperoleh informasi. Intensitas penggunaan media sosial membuat kehidupan digital semakin berkaitan dengan bagaimana seseorang melihat dan menilai dirinya sendiri. Salah satu hal yang dapat berkaitan dengan kondisi tersebut adalah self-esteem atau harga diri.
Self-esteem merupakan penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri, termasuk bagaimana individu melihat kemampuan, nilai, serta keberhargaan dirinya. Dalam kehidupan sehari-hari, self-esteem dapat terlihat dari bagaimana seseorang menerima kelebihan dan kekurangannya, menghadapi kritik, serta menilai pencapaian dirinya. Pada Gen Z, proses pembentukan self-esteem dapat menjadi semakin kompleks karena adanya berbagai standar dan penilaian yang muncul melalui media sosial.
Media sosial memungkinkan seseorang untuk melihat kehidupan orang lain secara terus-menerus. Foto pencapaian, gaya hidup, penampilan, hubungan sosial, hingga aktivitas sehari-hari dapat dengan mudah ditemukan dalam satu platform. Kondisi tersebut dapat mendorong terjadinya social comparison, yaitu kecenderungan individu membandingkan dirinya dengan orang lain. Ketika Gen Z lebih sering membandingkan dirinya dengan konten yang dianggap lebih menarik atau lebih sukses, mereka dapat merasa bahwa dirinya kurang baik, kurang menarik, atau tertinggal dari orang lain.
Selain perbandingan sosial, respons yang diberikan pengguna lain juga dapat memengaruhi cara seseorang memandang dirinya. Jumlah likes, comments, views, dan followers terkadang dianggap sebagai bentuk penerimaan sosial. Ketika mendapatkan respons positif, seseorang mungkin merasa lebih dihargai dan percaya diri. Sebaliknya, ketika unggahan tidak mendapatkan respons sesuai harapan, seseorang dapat mempertanyakan nilai dirinya. Hal ini menunjukkan bahwa validasi dari lingkungan digital dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pengalaman self-esteem pada Gen Z.
Namun, media sosial tidak selalu memberikan dampak negatif. Lingkungan digital juga dapat menjadi ruang bagi Gen Z untuk menemukan komunitas yang memiliki minat dan pengalaman yang sama. Media sosial dapat membantu seseorang memperoleh dukungan sosial, mengekspresikan kreativitas, mengembangkan kemampuan, serta membangun kepercayaan diri. Dengan penggunaan yang sehat, media sosial dapat menjadi sarana untuk memperkuat penerimaan diri, bukan sekadar tempat untuk mencari pengakuan dari orang lain.
Oleh karena itu, penting bagi Gen Z untuk memiliki digital self-awareness, yaitu kemampuan untuk menyadari bagaimana aktivitas dan interaksi di dunia digital dapat memengaruhi pikiran, perasaan, dan cara memandang diri sendiri. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menyadari bahwa apa yang ditampilkan di media sosial biasanya hanya sebagian dari kehidupan seseorang. Tidak semua pencapaian, masalah, atau kondisi seseorang ditampilkan secara online. Dengan demikian, membandingkan kehidupan nyata diri sendiri dengan kehidupan digital orang lain secara terus-menerus tidak selalu menghasilkan penilaian yang objektif.
Pada akhirnya, membangun self-esteem di era digital bukan berarti harus menjauhi media sosial sepenuhnya. Hal yang lebih penting adalah bagaimana seseorang menggunakan media sosial secara sadar dan seimbang. Gen Z perlu belajar bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh jumlah likes, followers, views, maupun penilaian orang lain di internet. Self-esteem yang sehat dapat berkembang ketika individu mampu menghargai dirinya sendiri, menerima kekurangan, mengakui kemampuan yang dimiliki, serta memahami bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda.
Referensi
- Bergagna, E., & Tartaglia, S. (2018). Self-esteem, social comparison, and Facebook use. Europe’s Journal of Psychology, 14(4), 831–845. https://doi.org/10.5964/ejop.v14i4.1592
- Sinollah, S., Ariyanti, F. D., Al Fadila, L. D., & Mu’mila, W. (2026). The influence of social media use and social support on the mental health of Generation Z with self-esteem mediation. Journal Islamic Business and Entrepreneurship, 5(1), 24–37. https://doi.org/10.33379/jibe.v5i1.9550
Penulis : Privianda Azahra Puanrani
