Loading
Loading...
Menu BINUS

Menyambut Babak Baru: Pre-FYP Digital Psychology BINUS University Bekali mahasiswa dengan Semangat dan Kepercayaan Diri.

Pre-First Year Program Digital Psychology 

Monday, 6 July 2026
Disusun oleh: Latifah Nuraeni Maulinda

 

Suasana penuh semangat mewarnai Kampus Anggrek Kemanggisan pada Senin, 6 Juli 2026 saat calon mahasiswa baru program Studi Digital Psychology BINUS University mengikuti kegiatan Pre-First Year Program (FYP). Sebagai tahap pembuka dari rangkaian FYP, kegiatan ini dihadirkan untuk mendampingi mahasiswa baru dalam menyesuaikan diri dengan suasana perkuliahan sebelum masa akademik resmi dimulai. Melalui Pre-FYP, para peserta diajak mengenal lebih dekat program studi yang akan mereka tempuh, bertemu dengan pengajar, mengetahui fasilitas yang tersedia di kampus, sekaligus menjalin kedekatan dengan calon teman seangkatan, sehingga peralihan dari bangku sekolah menuju dunia perkuliahan dapat dijalani dengan lebih ringan dan menyenangkan. 

Kegiatan diawali dengan sesi pengenalan Program Studi Digital Psychology, yang memberikan pemaparan mengenai kurikulum, arah keilmuan, hingga peluang yang dapat ditempuh mahasiswa selama menjalani perkuliahan. Sesi ini menjadi bekal awal bagi para calon mahasiswa untuk lebih memahami karakter dan visi program studi yang akan menjadi bagian penting dari perjalanan akademik mereka. 

Rangkaian acara berlanjut dengan penyampaian materi oleh Kak Wella, yang mengulas gambaran kehidupan perkuliahan, budaya akademik di lingkungan BINUS University, sekaligus memberi dorongan motivasi bagi para calon mahasiswa. Melalui cara penyampaian yang hangat dan mudah untuk dicerna, Kak Wella mengajak para peserta untuk mulai menyesuaikan diri dengan dinamika dunia perkuliahan yang berbeda dari masa sekolah, sekaligus menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri dalam menyambut fase baru kehidupan mereka. 

Untuk menghidupkan suasana agar lebih interaktif, acara dilanjutkan dengan sesi ice breaking yang dipandu langsung oleh Kak Wella. Setiap peserta diberikan selembar kertas dan pulpen, lalu diminta untuk menulis beberapa ketakutan dan kekhawatiran yang mereka rasakan. Kertas tersebut kemudian dilipat menjadi pesawat kertas dan diterbangkan bersama sama ke arah depan ruangan, menghadirkan momen kebersamaan yang diawali dengan tawa dan keceriaan di antara para peserta. 

Setelah itu, setiap mahasiswa mengambil satu pesawat kertas secara acak yang bukan miliknya. Tanpa mengetahui siapa penulis aslinya, mereka diminta menuliskan solusi dan kalimat penyemangat untuk membantu mengatasi kekhawatiran yang tertulis di kertas tersebut. Beberapa peserta lalu diberikan kesempatan membacakan isi kekhawatiran beserta solusi yang telah dituliskan di hadapan teman-teman. Lewat aktivitas ringan namun sarat makna ini, para mahasiswa baru diajak menyadari bahwa kekhawatiran yang mereka rasakan ternyata mungkin juga dialami oleh sebagian besar rekan seangkatan, sehingga tumbuh rasa empati, semangat saling menguatkan, dan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi babak baru ini seorang diri. 

Sesi terakhir diisi oleh Kak Farral yang mengenalkan Laboratorium Psikologi (Psychology Lab) kepada seluruh peserta. Dalam kesempatan ini, dijelaskan peran laboratorium sebagai penunjang proses pembelajaran, ragam fasilitas yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, serta berbagai laboratorium tersebut akan digunakan secara langsung dalam mendukung kegiatan praktik dan riset di bidang psikologi selama masa perkuliahan berlangsung. 

Rangkaian Pre-FYP kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi dan foto bersama antara seluruh peserta dan panitia, sebagai kenangan atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Secara keseluruhan, Pre-FYP Digital Psychology BINUS university ini berhasil membekali mahasiswa baru dengan pemahaman mendalam mengenai program studi dan fasilitas kampus, sekaligus memperkuat kesiapan mental mereka dalam dunia perkuliahan. Lebih dari sekedar sesi pengenalan, kegiatan ini juga berhasil merajut rasa kebersamaan, menumbuhkan kepercayaan diri dan mempererat solidaritas di antara para mahasiswa baru, sehingga mereka dapat melangkah ke masa perkuliahan dengan hati yang lebih mantap, tenang, dan penuh harapan. 




Penulis : Latifah Nuraeni Maulinda

Editor : Privianda Azahra

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.